Sabtu, 05 November 2016

KISAH TIDAK PENTING: Hari Senin dan Perpustakaan

Waktu itu hari Senin.
Iya, Senin.
Dalam kamus bahasa Inggris kalau gak salah namanya Monsterday.... eh, Monday. Garing delll... Hehe-_- iya, garing-_-.

Tapi coba bayangkan, di hari Senin yang konon adalah hari di mana orang-orang merasa mager seketika,-dan memang begitu fakta yang aku rasakan- dan kalian harus pergi kuliah pagi? Kalau tepat waktu sih enak, kalau ternyata dosennya yang ngaret?! Tai kucing!

Aku sampai di kelas sekitar jam 07.30 lewat. Gak telat? HAHA! NOPE! Turun dari motor, jalan masuk ke dalam fakultas, sansss! (re:santai). Sudah menjadi makanan setiap hari Senin, dosen matkul Pengantar Ekonomi pasti ngaret masuknya. Kata doi sih : "Kampus omong kosong. Bikin jadwal 07.30. Mana ada orang mampu masuk jam segitu?!". 
Senanglah pokoknya sama dosen yang satu ini! Wah enak dong, Del. Ga perlu bangun pagi. Nah! Itu dia perkaranya! Walaupun dosennya memang telat masuk, tapi rumahku jauhhh :(( jadi harus tetap bangun pagi, walaupun mungkin start jalan dari rumah gak harus buru-buru.... tapi tidak ada alasan untuk tidak bangun pagi -_-. Oke, mungkin bagian pas dosennya masuk dan proses belajar mengajar diskip karena bagian ini sangatlah tidak penting. Intinya, dosennya baik tapi materinya tidak. Pake rumus blablabla yang lebih mengerikan daripada matematika*tutup mata*

Pelajaran selesai jam 11.00. Jam 13.00 ada matkul matematika dasar-_-. Istirahat cuma 2 jam?! #ahsudahlah. Dengan semangat, aku berjalan ke perpustakaan pusat yang jaraknya agak jauh tapi karena itu sudah seperti rumah keduaku, jadi sudah terasa sangat dekat untukku. Sesampaiku di sana, langsung ku taruh tasku di tempat penitipan barang, mengambil buku tulis dan bolpoin, dan segera mencari tempat duduk kosong. Jam segini memang perpustakaan sudah agak ramai dan penuh, untungnya aku hanya sendirian jadi tidak sulit mencari tempat duduk untuk satu orang. Setelah mendapatkan tempat duduk, ya tentu saja aku langsung duduk hehe. Kukeluarkan handphoneku dan langsung membuka semua media sosialku dengan hotspot perpustakaan tanpa password dan sinyalnya pantas mendapatkan jempol. Buku dan bolpoin buat apa, Del? Haha, buku dan bolpoin hanya pemanis, biar aku diliat masuk ke perpustakaan gak kosong-kosong amat *ketawa setan*. Kadang-kadang buku dan bolpoin itu berguna juga sih ketika aku dapat inspirasi yang bisa dijadikan bahan tulisan; entah itu cerita atau apapun yang bisa dikembangkan menjadi sebuah kalimat paragraf. 

Setelah membuka semua medsos, ku taruh hapeku di atas meja dan mulai merenung; apalagi yang bisa kulakukan? Teringat aku akan sebuah buku cerpen di bagian rak kedua dari belakang yang belum selesai aku baca. Segera aku menaruh hape ke dalam kantong dan berjalan ke rak buku yang kumaksud dan tanpa mencari lagi, aku langsung mendapatkan buku tersebut. Posisinya masih sama persis saat terakhir kali aku menaruhnya sehingga sangat gampang untuk didapatkan. Kembali ditempat duduk, aku segera membuka kembali buku cerpen karya Ahmad Tohari tersebut dan segera melanjutkan membaca. Waktu berlalu dengan sangat cepat, perutku juga sudah keroncongan. Akhirnya, buku cerpen yang sebenarnya tidak terlalu tebal itu selesai juga kubaca. Salah satu alasan yang juga membuatku betah untuk tetap datang ke perpustakaan ini adalah fakta bahwa ada kantin di dalam sini! yayness! Jadi emang gak sulit kalau mau makan, gak perlu keluar perpustakaan lagi kalau cuma mau makan siang.

Setelah makan, aku kembali ke perpustakaan dan duduk sebentar sembari menikmati sisa waktu karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 13.00. Karena jarak kelasku dari perpustakaan tidak bisa dibilang dekat, jadi aku memutuskan untuk langsung berjalan ke kelas. Tentu saja setelah ku ambil tasku dari tempat penitipan barang. AKU SIAP UNTUK BELAJAR MATEMATIKA.
.
.
.
.
.
LOL. NO. AKU NGANTUK SELAMA PROSES PEMBELAJARAN. xD

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekian.
Kalau kalian baca kisah ini sampai habis, ketahuan banget kalian kurang kerjaan HAHA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar