Senin, 31 Oktober 2016

KISAH TIDAK PENTING : Pertama Kali Pulang Dari Kampus Di Musim Hujan

  Hujan di pertengahan bulan Oktober yang deras mengguyur kota Makassar. Aku duduk memeluk tasku sembari bersabar menunggu angkot yang aku tumpangi sampai di tujuanku. Langit yang mendung mengecoh penglihatan seakan hari telah malam, yang nyatanya saat itu masih jam 5 lewat sedikit. Jarak yang bisa dibilang sangat jauh antara rumahku dan kampus membawa rasa kantuk yang luar biasa sehingga aku sangat ingin tidur saat itu. Ditambah lagi dengan keadaan jalan raya yang banjir membuat lalulintas menjadi macet. Sesekali  kucoba menutup kelopak mataku, tetapi terbuka lagi. Posisiku yang saat itu tepat berada di depan pintu masuk angkot membuat kaki dan tanganku, bahkan kacamataku, terkena cipratan air dari jalan yang banjir. Tai kucing, batinku saat melihat sebuah motor yang masih sempatnya melaju dengan kecepatan tinggi walaupun dalam keadaan hujan deras serta banjir seperti ini. Walaupun sempat tertidur beberapa saat, akhirnya aku terbangun dan keadaan di jalanan masih sama; hujan deras dan macet.

  Beberapa kali si supir menepikan angkotnya dan membunyikan klakson ,yang bunyinya agak berbeda dengan klakson mobil pada umumnya, untuk menarik perhatian beberapa orang yang berdiri menunggu di pinggir jalan agar naik ke angkotnya. Teettt..teettt.. kira-kira seperti itulah bunyi klaksonnya jika dibaca dengan suara yang agak cempreng. Ada yang langsung naik, ada yang pura-pura tidak peduli, ada pula yang menolak dengan gamblang untuk naik dengan menggeleng-gelengkan kepala. Setelah 3  kali pemberhentian, angkot yang aku tumpangi akhirnya penuh........................... dan sesak. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu,anak-anak, hingga sesama anak kuliahan sepertiku juga ada. Masih dengan keadaan yang sama, aku tetap mencoba untuk menutup mataku karena rasa kantuk yang tidak hilang-hilang juga, bahkan semakin menjadi-jadi karena angin dingin yang bertiup.

  Setelah aku berhasil memejamkan mata untuk beberapa menit, aku kembali membuka mata dan rasa kantuk luar biasa yang kualami sebelumnya akhirnya mulai menghilang. Kuperhatikan ada beberapa wajah baru di dalam angkot yang mungkin sempat naik saat aku sedang menikmati beberapa menit berharga di dunia kantuk. Hujan sudah mulai reda namun jalan yang dilalui masih macet dan masih banjir. Kulihat dari dalam angkot beberapa anak-anak kecil menggunakan seragam merah putih berlarian di jalanan yang banjir sambil tertawa. Walaupun tubuh mereka basah kuyup, mereka tetap terlihat menikmati hal itu. Ada pula seorang gadis yang mengendarai motor tanpa menggunakan jas hujan maupun helm namun ia terlihat santai dan tetap mengendarai motornya seakan tidak sedang hujan meskipun seluruh bajunya sudah basah disirami air hujan. Beberapa menit akhirnya berlalu, dan fyuuhhh si angkot terbebas dari macet. Aku merasa lega karena jalanan semakin lowong sehingga mempercepat perjalanan untuk sampai ke tujuanku. Angin yang masih bertiup dengan dingin mengembalikan rasa kantukku namun aku menolak untuk menutup mata. Mungkin sekitar 20 menit kemudian, angkot yang kutumpangi sudah berada di daerah yang kutuju. Tapi takdir yang ada membuatku panik; hujan yang deras tiba-tiba kembali. Aku menggerutu dengan sangat di dalam hati. Aku masih harus naik angkot sekali lagi untuk sampai di rumahku, namun bagaimana mungkin aku bisa menunggu angkot di pinggir jalan jika hujan deras? Ya, angkot yang kutumpangi saat itu memilik jalur perjalanan yang tidak sampai ke rumahku sehingga ku harus naik angkot yang berjalan melewati kompleks rumahku. Akhirnya, aku memutuskan untuk turun.

  Setelah turun dari angkot, aku bersyukur karena hujan agak mereda walaupun tetap berpotensi untuk membuatku basah kuyup jika tidak berlindung dengan cepat. Kulihat sebuah bentor;becak motor; melaju menuju ke arah jalan di mana aku sedang berdiri. Aku akhirnya lebih memilih untuk naik bentor daripada harus menunggu angkot yang tak kunjung lewat. Bentor! kupanggil denga suara yang nyaring agar ia menghampiriku. Aku langsung naik dan menyebutkan alamat yang kutuju. Singkat cerita, aku bisa sampai di rumahku tanpa basah kuyup.
















Gak penting kan?!
Kenapa masih dibaca?!
Hehe, makasih deh sudah mau baca!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar